Di ruang makan dosen Berkeley, seorang ekonom ditanya bekas gurunya sedang mengerjakan apa. Ia menjawab dua kata: keuntungan yang membesar sendiri. Ketua jurusannya menatapnya dengan wajah datar, lalu berkata bahwa hal seperti itu tidak ada (hal 17).
Namanya Brian Arthur, orang Belfast. Sore itu ia pulang dan bilang ke istrinya bahwa hari itu payah sekali. Adegan sependek itu sudah memuat hampir seluruh perkara bukunya.
Waldrop bukan ilmuwan, ia wartawan, dan justru itu kekuatan bukunya. Yang ia tulis tahun-tahun pertama Santa Fe Institute: sekelompok orang yang berdebat, sebagian sudah bergelar Nobel, sebagian mahasiswa berambut kuncir, semuanya yakin sedang mendirikan ilmu baru tentang segalanya.
Burung, gen, atom, dan pasar
Ada jenis susunan tertentu yang, kalau bagian-bagiannya cukup banyak dan saling berhubungan, mengatur dirinya sendiri tanpa ada yang mengomando.
"Thus, people trying to satisfy their material needs unconsciously organize themselves into an economy through myriad individual acts of buying and selling; it happens without anyone being in charge or consciously planning it."
Orang yang cuma berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa sadar, menyusun sebuah perekonomian lewat berjuta tindakan jual beli. Terjadi tanpa ada yang memimpin dan tanpa ada yang merencanakan.
Burung menyusun diri jadi kawanan. Gen menyusun diri jadi sel hati atau sel otot. Atom menyusun diri jadi molekul. Dan tiap kali, kumpulannya mendapat sifat yang tidak dimiliki satu pun bagiannya.
Susunan seperti itu bukan cuma berantakan, dan juga tidak kacau sepenuhnya. Ada namanya, dan nama itu yang paling melekat dari seluruh bukunya: tepi kekacauan. Titik tempat bagian-bagian sebuah susunan tidak pernah benar-benar mengunci di tempatnya, tapi juga tidak pernah larut jadi keributan.
Pasar jam lima pagi
Contoh yang paling gampang ditunjuk di sini pasar. Bukan pasar sebagai istilah ekonomi, tapi pasar yang benar-benar bisa dimasuki subuh-subuh.
Tidak ada yang menentukan berapa banyak bayam yang harus datang hari ini. Tidak ada yang mengatur pedagang cabai berjejer di lorong yang sama sementara penjual ayam di lorong lain. Tidak ada yang menghitung berapa pikul ikan yang dibutuhkan kota ini sebelum matahari naik.
Dan tiap hari jumlahnya kira-kira pas. Kalau kelebihan, harganya turun sebelum siang. Kalau kurang, besok yang datang lebih banyak.
Kalau satu pedagang diminta menerangkan bagaimana seluruh pasar itu jalan, ia tidak akan bisa. Yang ia tahu cuma harga hari ini dan berapa yang ia bawa. Susunan yang lebih besar itu tidak ada di kepala siapa pun.
Itu juga yang bikin pasar susah sekali dipindahkan. Bangunan barunya bisa lebih bagus, lebih bersih, dan tetap sepi, karena yang dipindahkan cuma lapaknya, bukan hubungan yang menyusunnya. James Scott menamai pengetahuan macam itu dengan kata Yunani, mētis, dan memberinya satu bab sendiri di Seeing Like a State. Dua buku ini sedang memotret benda yang sama dari dua sisi: yang satu dari sisi orang yang punya pengetahuannya, yang satu dari sisi orang yang mengira susunan itu bisa disalin.
Enam tahun dan empat belas kali tulis ulang
Gagasan dari buku ini yang ternyata benar, dan sekarang sudah jadi ilmu ekonomi biasa, datang dari Arthur.
Ilmu ekonomi lama mengandaikan hasil yang makin lama makin berkurang: makin banyak sesuatu diproduksi, makin susah menambah satu unit lagi. Arthur menunjukkan ada pasar yang justru kebalikannya. Makin banyak orang memakai sesuatu, makin berharga barang itu buat orang berikutnya, dan pasarnya mengunci diri pada apa pun yang lebih dulu unggul.
Contohnya bukan cuma papan ketik. Pada 1890-an, waktu industri mobil masih bayi, bensin dianggap sumber tenaga yang paling tidak menjanjikan; saingannya, uap, sudah matang, sudah dikenal, dan lebih aman (hal 47). Reaktor nuklir air ringan yang jadi patokan seluruh dunia dipilih karena pada 1957 pemerintah Amerika sedang buru-buru, dan satu-satunya rancangan yang hampir siap kebetulan rancangan kapal selam Angkatan Laut (hal 48).
Yang menang bukan yang terbaik. Yang menang yang lebih dulu mengumpulkan cukup banyak pemakai, dan hasilnya tidak bisa diramalkan dari mutunya.
Ongkos yang harus dibayar Arthur untuk itu tercatat rapi di bukunya. Makalahnya ditolak American Economic Review dua kali, yang kedua sesudah digantung dua setengah tahun sambil terus diminta menulis ulang. The Economic Journal menolak dengan satu kata. Sesudah empat belas kali ditulis ulang, tulisan itu akhirnya terbit pada Maret 1989, enam tahun sesudah versi pertamanya diedarkan (hal 58).
Dan ada sepasang adegan yang tidak boleh dilewat. Di Harvard pada 1984, sesudah Arthur memakai contoh reaktor tadi, seorang ekonom terpandang berdiri dan berteriak bahwa dengan pasar modal yang sempurna hal itu tidak mungkin terjadi. Enam bulan kemudian ia membawakan ceramah yang sama di Moskow, dan seorang anggota Soviet Tertinggi berdiri lalu berkata bahwa hal semacam itu mungkin terjadi di ekonomi Barat, tapi dengan perencanaan sosialis yang sempurna tidak akan, sebab mereka akan sampai ke hasil yang benar (hal 48 dan 49).
Dua orang yang saling menganggap lawan, membela diri dengan kalimat yang bentuknya sama persis. Yang mereka bela bukan pasarnya dan bukan rencananya, tapi anggapan bahwa hasil akhirnya pasti yang terbaik.
Bentuk kalimat itu tidak perlu diterjemahkan ke keadaan kita. Kita mendengarnya tiap kali ada yang bilang rencananya sudah benar, cuma pelaksanaannya yang kurang.
Kantornya bisa dipindahkan lewat surat
Kita punya contoh keuntungan yang membesar sendiri dalam ukuran yang sangat besar, dan namanya Jakarta.
Orang pindah ke sana karena di sana ada pekerjaan. Pekerjaan ada di sana karena orangnya banyak. Perusahaan membuka kantor di sana karena perusahaan lain di sana. Tiap tambahan orang bikin alasan orang berikutnya untuk datang jadi lebih kuat.
Tidak ada satu pun keputusan yang menetapkan bahwa negeri ini harus punya satu kota yang besarnya begitu jauh melampaui semua kota lain. Susunan itu terbentuk sendiri, dari berjuta pilihan kecil yang masing-masing masuk akal buat yang mengambilnya.
Di sinilah menurut saya letak sumbangan buku ini yang paling besar, dan sumbangan itu berbentuk rem.
Kalau sebuah susunan bisa terbentuk sendiri, maka susunan yang kita lihat sekarang bukan bukti ada yang merancangnya, dan bukan juga bukti ada yang diuntungkan sejak awal. Lensa kuasa membuat siasat kelihatan di mana-mana, dan kebiasaan itu perlu direm. Sebelum menuduh rancangan, periksa dulu apakah pengumpulan pilihan kecil sudah cukup menerangkan.
Tapi remnya berlaku dua arah, dan arah kedua yang lebih menyulitkan. Susunan yang terbentuk sendiri juga tidak bisa dibongkar lewat perintah. Kantornya bisa dipindahkan lewat surat keputusan. Alasan orang berikutnya untuk datang tidak, dan itu yang sebenarnya menahan orang di tempatnya.
Ada satu tempat susunan ini bertabrakan dengan buku lain di rak, dan tabrakannya bersih. Taleb di Antifragile memakai umur sebagai ukuran mutu: yang sudah bertahan lama bertahan karena ada sebabnya, dan warung yang masih ramai sesudah tiga puluh tahun tidak perlu menerangkan resepnya kepada siapa pun. Arthur bilang justru sebaliknya. Yang bertahan lama bisa saja cuma yang kebetulan unggul lebih dulu, lalu terkunci. Dua-duanya tidak bisa benar sekaligus untuk barang yang sama.
Rapornya sesudah tiga puluh tahun
Buku ini catatan zaman, terbit 1992, dan janjinya dipasang di halaman kedua belas.
"They believe they are creating, in the words of Santa Fe Institute founder George Cowan, “the sciences of the twenty-first century.” This is their story."
Mereka yakin sedang membuat apa yang oleh pendiri Santa Fe Institute, George Cowan, disebut ilmu-ilmu abad kedua puluh satu. Inilah kisah mereka (hal 12).
Janji sebesar itu layak dinilai sebagai rapor.
Ilmu umum tentang kerumitan tidak pernah datang. Tepi kekacauan ternyata jauh lebih enak diucapkan daripada diukur, dan usaha memberinya batasan yang tepat sebagian besar tidak sampai. Kerja Kauffman soal asal usul kehidupan sampai sekarang masih dugaan yang menarik, bukan temuan yang mapan, dan perdebatan soal itu belum reda di kalangan ahlinya sendiri.
Yang selamat justru yang khusus dan kepakai: keuntungan yang membesar sendiri, cara membuat model dari perilaku banyak pelaku, analisis jaringan, algoritma genetik. Itu daftar yang sungguhan, dan tidak kecil. Tapi bukan ilmu tunggal tentang segalanya.
Waldrop tidak bisa disalahkan karena melaporkan apa yang diyakini orang pada zamannya. Yang perlu dilakukan pembaca cuma satu: membacanya sebagai laporan dari satu saat, bukan sebagai ringkasan bidang yang sudah selesai.
Buat saya bukan tepi kekacauan yang menetap, dan bukan juga kekaguman pada pasar.
Sisanya satu pertanyaan yang sekarang saya bawa ke tiap susunan yang kelihatan kokoh: ini dirancang, atau ini menumpuk?
Pertanyaannya gampang diajukan dan susah dijawab, sebab dua-duanya kelihatan sama dari luar, dan yang sudah lama duduk di dalamnya selalu punya cerita yang menerangkan kenapa memang begitu seharusnya.
Arthur butuh enam tahun cuma untuk membuat satu jurnal menerima bahwa hal ini ada. Membedakan yang mana yang mana, di susunan yang kita tinggali sendiri, kemungkinan besar butuh lebih lama.
Lembaganya masih ada, dan sedang mengurus soal yang sama
Buku ini menceritakan sekelompok orang yang mendirikan sebuah lembaga penelitian di Santa Fe pada pertengahan 1980-an, dan yang mereka kejar satu kata: bagaimana sesuatu yang rumit muncul dari aturan yang sederhana.
Empat puluh tahun kemudian lembaga itu masih berdiri, dan pertanyaannya belum juga selesai. Pada 2025 mereka menggelar pertemuan yang judulnya kira-kira soal munculnya kerumitan dan kerumitan soal munculnya. Salah satu catatan yang mereka terbitkan menyebut terus terang bahwa sesudah beberapa makalah besar di tahun tujuh puluhan sampai sembilan puluhan, kemajuan soal cara memakai kata muncul itu sendiri sedikit sekali.
Empat puluh tahun untuk mengakui satu kata masih belum punya arti yang disepakati. Buat saya itu justru kabar bagus, dan lebih bisa dipercaya daripada laporan kemajuan mana pun.
Perkara itu sekarang punya penerapan yang ramai. Orang berdebat apakah kemampuan mesin bahasa yang muncul mendadak waktu ukurannya dibesarkan benar-benar sesuatu yang baru, atau cuma barang lama yang jadi kelihatan. Peneliti di lembaga itu ikut memeriksanya, dan ukuran yang mereka pakai persis ukuran yang dipakai di bukunya: yang disebut muncul menuntut perubahan pada cara kerja di dalamnya, bukan cuma perubahan pada apa yang bisa dikerjakannya.
Jadi pertanyaan penutup di atas tadi ternyata dipakai orang lain untuk urusan yang sama sekali lain, dan sama susahnya dijawab.
Susunan bukunya: bagiannya apa saja, mana jantungnya, mana yang boleh dilewat.
Bentuknya
Ini laporan wartawan tentang sekumpulan orang, bukan buku ilmu. Sembilan bab, dan tiap bab berpusat pada satu atau dua tokoh: seorang ekonom yang gagasannya ditolak jurnal bertahun-tahun, beberapa ahli fisika peraih Nobel yang bosan pada bidangnya sendiri, seorang ahli komputer yang membuat dunia buatan berisi makhluk yang berkembang biak.
Karena bentuknya begitu, gagasan ilmiahnya masuk sepotong-sepotong di sela cerita orangnya. Pembaca yang mencari penjelasan runtut akan kecewa; yang ingin tahu bagaimana sebuah bidang baru lahir akan mendapat banyak.
Terbit 1992, dan menceritakan kejadian di akhir tahun delapan puluhan.
Bab 1 sampai 4: orang-orangnya dan gagasannya
Bab 1 dan 2 soal ekonom yang bertahan bertahun-tahun dengan satu gagasan yang ditolak: bahwa dalam ekonomi ada keadaan yang makin dipilih orang justru makin menguntungkan untuk dipilih lagi, sehingga yang menang belum tentu yang terbaik, cuma yang kebetulan duluan. Susunan papan ketik yang kita pakai jadi contohnya.
Bab 3 dan 4 soal para ahli fisika yang mendirikan lembaganya, dan soal pertanyaan yang menyatukan mereka: kenapa hal-hal yang aturannya sederhana bisa menghasilkan susunan yang rumit tanpa ada yang merancangnya.
Bab 5 sampai 7: pertengahan
- Bab 5 soal orang yang membuat dunia buatan di dalam komputer, dan mengamati makhluk di dalamnya berkembang tanpa disuruh.
- Bab 6 memuat gagasan yang jadi judul bab dan paling terkenal dari seluruh buku: keadaan yang paling banyak menghasilkan hal baru bukan keadaan yang sangat tertib dan bukan yang sangat kacau, tapi persis di perbatasan keduanya.
- Bab 7 soal percobaan menumbuhkan masyarakat buatan.
Bab 8 dan 9: yang belum selesai
Dua bab terakhir jujur soal keadaan bidang ini waktu bukunya ditulis: banyak sekali gagasan yang menjanjikan, dan belum ada satu pun hukum umum yang benar-benar berdiri. Judul babnya sendiri sudah menyebut mereka masih menunggu orang yang bisa merumuskannya.
Yang jadi jantungnya
- Bab 1 dan 2. Kalau harus memilih dua bab saja, ambil keduanya, karena di situ ada satu gagasan yang bisa dipakai memeriksa hampir semua pasar: yang menang sering bukan yang terbaik, cuma yang duluan cukup banyak dipakai.
- Bab 6, untuk gagasan perbatasan antara tertib dan kacau.
- Bab 8, karena di situ kejujuran bukunya paling kelihatan.
Yang boleh dilewat
- Sebagian besar cerita tentang siapa bertemu siapa di konferensi mana, yang porsinya cukup besar.
- Bab 7 kalau waktunya sempit; isinya penerapan, bukan gagasan baru.
- Bab 3 sebagian, yang isinya riwayat lembaganya.
Yang jangan ditelan bulat-bulat
Bukunya ditulis dengan nada bahwa sebuah cara pandang baru sedang lahir dan akan mengubah banyak bidang sekaligus. Tiga puluh tahun sesudahnya, sebagian gagasannya memang masuk ke ekonomi, biologi, dan ilmu jaringan, dan sebagian besar janjinya belum terbukti. Nada bukunya perlu dibaca sebagai nada zamannya, bukan sebagai laporan hasil.
Satu hal yang justru berguna dan sering terlewat: kalau susunan yang rumit memang bisa lahir dari aturan sederhana tanpa perancang, maka sebelum menuduh ada yang merancang sebuah keadaan, sebaiknya diperiksa dulu apakah tumpukan keputusan kecil sudah cukup menerangkannya.
Kalau buru-buru
Bab 1, 2, 6, 8. Empat bab, dan yang tersisa cukup: satu gagasan ekonomi yang menerangkan kenapa yang menang belum tentu yang terbaik, pertanyaan yang menyatukan orang-orangnya, gagasan perbatasan antara tertib dan kacau, dan pengakuan bahwa hukum umumnya belum ketemu.