Tidak percaya pada siklusnya justru dihitung sebagai tanda siklusnya sedang paling kuat.

Strauss dan Howe menerbitkan buku ini pada 1997. Di halaman 418 mereka menulis jadwalnya:

"If the Crisis catalyst comes on schedule, around the year 2005, then the climax will be due around 2020, the resolution around 2026."

Kalau pemicu Krisisnya datang sesuai jadwal, sekitar tahun 2005, maka puncaknya jatuh sekitar 2020, dan penyelesaiannya sekitar 2026.

Lalu datang krisis keuangan 2008, wabah, perpecahan politik yang tidak tanggung-tanggung, dan lembaga yang tidak lagi dipercaya siapa pun.

Kelihatannya kena. Buku yang kelihatannya kena justru buku yang paling perlu dibuka di dua tempat sekaligus, sebab yang menentukan bukan tanggal yang mereka sebut, tapi lebar jendela yang mereka sediakan buat diri sendiri.

Tujuh putaran, dan panjangnya menurut daftar mereka sendiri

Modelnya begini. Sejarah bergerak dalam putaran sepanjang satu umur manusia, dan tiap putaran dibagi empat babak seperti musim. Lembaga dibangun dan orang optimis. Orang memberontak dan mencari makna yang lebih dalam. Tiap orang mengurus dirinya sendiri dan ikatan bersama menipis. Lalu musim dingin, waktu semuanya runtuh sekaligus dan masyarakat terpaksa membangun ulang. Nama putarannya saeculum, satuan waktu yang dinamai orang Romawi menurut panjang satu umur manusia.

Di halaman sembilan mereka menyebut angkanya: satu putaran sepanjang umur manusia yang panjang, kira-kira delapan puluh sampai seratus tahun. Di halaman 173 mereka mendaftar tujuh saeculum Anglo-Amerika lengkap dengan tahunnya. Kalau daftar itu dihitung sendiri, panjangnya berturut-turut 52 tahun, 107, 110, 90, 71, 81, dan yang sedang berjalan 80.

Yang pertama memang terpotong, sebab catatan mereka baru mulai di situ. Dari enam sisanya, tiga di luar rentang yang mereka sebut sendiri, dan selisihnya bukan selisih kecil.

Yang tidak muat diberi nama. Saeculum Perang Saudara mereka sebut satu-satunya penyimpangan yang mencolok dalam sejarah Anglo-Amerika: babak ketiga dan keempatnya terpotong jadi dua puluh dua tahun, dan satu angkatan yang mestinya ada hilang sama sekali. Untuk Eropa, di halaman enam puluh:

"In Europe, every cycle but one ranges from 80 to 105 years. The conspicuous anomaly is the interval between Waterloo and V-J Day, a Toynbean cycle that lasts a full 130 years."

Di Eropa, tiap putaran kecuali satu berkisar antara delapan puluh dan seratus lima tahun. Penyimpangan yang mencolok jarak antara Waterloo dan menyerahnya Jepang, satu putaran ala Toynbee yang panjangnya genap seratus tiga puluh tahun.

Jadi yang tidak cocok dipindahkan ke kotak bernama penyimpangan, dan polanya selamat. Pola yang dilihat sesudah kejadiannya lewat memang selalu ketemu.

Jendela dua puluh tahun

Jadwal di halaman 418 tadi punya pasangan di halaman tujuh puluh empat, dan yang kedua ini jarang ikut dikutip.

"Its climax is not likely to occur before 2005 or later than 2025, given that thirty-two and fifty-two years are the shortest and longest time spans between any two climax moments in Anglo-American history."

Puncaknya kemungkinan besar tidak datang sebelum 2005 dan tidak lewat dari 2025, mengingat tiga puluh dua tahun dan lima puluh dua tahun adalah jarak terpendek dan terpanjang antara dua puncak mana pun dalam sejarah Anglo-Amerika.

Perhatikan susunannya. Jendelanya dua puluh tahun, dan lebar itu diambil persis dari selisih antara contoh terpendek dan terpanjang yang mereka punya.

Menebak akan ada satu krisis besar dalam rentang dua puluh tahun bukan kemampuan luar biasa. Selalu ada. Dan begitu jendelanya selebar itu, tidak ada satu pun kejadian yang bisa membatalkannya. Tetlock mengukur ramalan pakar selama dua puluh tahun dan menemukan yang paling yakin bicaranya justru yang paling sering diundang, sementara hampir tidak ada yang dipanggil kembali untuk dihitung berapa yang meleset. Itu ada di Superforecasting.

Dipasang ke tanggal kita

Guncangan besar di sini berjarak 1945, 1965, 1998. Dua puluh tahun, lalu tiga puluh tiga. Bukan delapan puluh.

Mereka punya jawaban untuk itu, dan jawabannya justru bagian paling menarik dari seluruh bukunya. Siklus ini, kata mereka, lemah di masyarakat yang hidupnya masih diatur adat, dan paling kuat justru di masyarakat modern yang percaya waktu bergerak lurus. Lalu di halaman dua puluh lima:

"The society that believes in cycles the least, America, has fallen in the grip of the most portentous cycle in the history of mankind."

Masyarakat yang paling tidak percaya pada siklus, yaitu Amerika, justru jatuh ke dalam cengkeraman siklus paling menentukan dalam sejarah umat manusia.

Jadi tidak percaya pada siklusnya dihitung sebagai tanda siklusnya sedang berjalan paling kuat. Dalil yang menyerap penolakannya sendiri jadi bahan bakar tidak bisa dijatuhkan siapa pun.

Akibat lainnya, kita memang tidak pernah ada di dalam daftarnya. Dan itu cocok dengan yang terjadi. Waktu semuanya berhenti pada 1998, yang menahan banyak keluarga bukan lembaga negara. Yang menahan tetangga, saudara, arisan yang uangnya dipercepat gilirannya, dan warung yang masih mau mengutangi. Susunan seperti itu tidak punya musim, dan tidak runtuh berjadwal.

Waktu kacau, dan kenapa saya tetap di situ

Di halaman enam belas mereka menyebut tiga cara memandang waktu: kacau, berputar, dan lurus. Yang pertama mereka bilang cara pandang manusia purba. Sejarah tidak punya jalan, kejadian menyusul kejadian tanpa aturan, dan usaha memberinya arti sia-sia.

Di situ saya berdiri, dan jawaban untuk saya sudah tersedia di halaman berikutnya:

"The practical shortcoming of chaotic time is that it dissolves society's connective tissue. If cause and effect have no linkage in time, people cannot be held morally accountable for their choices."

Kelemahan waktu yang kacau kalau dipakai sungguhan: jaringan yang mengikat masyarakat jadi larut. Kalau sebab dan akibat tidak bertaut dalam waktu, orang tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas pilihannya.

Keberatan itu meleset, dan melesetnya di satu kata. Yang saya tolak arahnya, bukan pertautan sebab dan akibatnya. Sebab dan akibat tetap bertaut, rapat sekali malah, dan justru karena itu orang bisa ditagih. Yang tidak ada cuma tujuan. Tidak ada ke mana semua ini sedang menuju.

Dan kalau ditimbang lagi, arah justru yang menghapus tanggung jawab, bukan ketiadaannya. Orang yang yakin sejarah sedang menuju ke suatu tempat punya alasan siap pakai untuk apa pun yang ia kerjakan di sepanjang jalan ke sana.

Dua buku lain di rak ini menawarkan pola berulang dengan caranya masing-masing. Durant memeras empat puluh tahun bacaan jadi seratus halaman dan menyimpulkan yang berulang wataknya, sementara wadahnya berganti, di The Lessons of History. Ray Dalio menyusun naik-turun kekuatan besar jadi satu siklus panjang, di The Changing World Order. Angka ketiganya boleh dipakai. Arahnya tidak.

Yang tetap kepakai tanpa siklusnya

Satu bagian bukunya bisa dicabut dari siklusnya dan tetap berdiri sendiri.

"During a Crisis, Nomad-led families overprotect Artist children; during an Awakening, Artist-led families underprotect Nomad children."

Waktu Krisis, keluarga yang dipimpin angkatan Pengembara terlalu melindungi anak-anak angkatan Seniman; waktu Kebangkitan, keluarga yang dipimpin angkatan Seniman kurang melindungi anak-anak angkatan Pengembara.

Buang nama arketipenya, dan yang tersisa satu hal yang bisa diperiksa siapa saja. Satu angkatan tidak membesarkan anak yang mirip dirinya. Yang dibesarkan justru kebalikannya, dan bukan karena mereka memilih begitu, tapi karena tiap orang tua sedang membetulkan hal yang dulu bikin dirinya sesak.

Orang tua yang tumbuh di tahun-tahun yang berbahaya menanamkan jangan macam-macam, jangan menonjol, yang penting selamat, dan memilih sekolah yang tidak ada urusannya dengan politik. Anak-anak itu sekarang punya anak sendiri, dan yang mereka bayar mahal justru sekolah yang menjanjikan anaknya berani bicara di depan umum dan berani berbeda pendapat.

Mana yang benar bukan soalnya. Keduanya sama-sama sedang menjawab keadaan yang sudah lewat.

Ramalan yang berubah jadi izin

Satu hal lagi yang keluar dari bentuk dalilnya, bukan dari niat penulisnya.

Kalau keruntuhan memang sudah dijadwalkan sejarah, orang yang mempercepatnya merasa sedang membantu, bukan merusak. Yang ia dorong toh sudah pasti datang. Bukunya sempat jadi bacaan wajib sejumlah penggerak politik, dan yang mereka ambil dari situ bukan tanggalnya.

Pertanyaan yang layak dibawa ke tiap dalil semacam ini: siapa yang menanggung kalau dalilnya keliru. Penulisnya tidak. Pembacanya yang paling bersemangat biasanya juga tidak. Yang menanggung orang yang kebetulan sedang berdiri di tempat waktu musim dinginnya dipercepat.

"We cannot stop the seasons of history, but we can prepare for them."

Kita tidak bisa menghentikan musim-musim sejarah, tapi kita bisa bersiap menghadapinya.

Kalimat itu di halaman lima belas, dan di kalimat berikutnya mereka menghitung sisa waktunya: sekarang, pada 1997, kita punya delapan, sepuluh, mungkin selusin tahun lagi untuk bersiap.

Bukan tanggalnya yang menempel di kepala saya. Sisanya satu pertanyaan yang bukunya tidak bisa jawab, dan sejauh ini saya juga belum. Kalau hari ini terasa seperti zaman yang sedang runtuh, bagaimana caranya memisahkan itu dari beranda ponsel yang tiap pagi memang disusun supaya terasa begitu.

Dari dalam, dua-duanya berbunyi sama.

Tanggalnya dipasang ulang, oleh separuh penulisnya

William Strauss meninggal Desember 2007, sesudah sembilan tahun sakit. Neil Howe meneruskan sendiri.

Juli 2023 Howe menerbitkan lanjutannya, dan judulnya sudah jadi pernyataan: putaran keempatnya sudah tiba. Isinya menetapkan bahwa krisisnya dimulai pada resesi besar 2008, dan akan mencapai puncaknya di awal tahun 2030-an, dengan bahaya besar sekaligus, katanya, kemungkinan zaman keemasan berikutnya.

Perhatikan apa yang dikerjakan dua kalimat itu.

Buku pertamanya, 1997, menghitung sisa waktu delapan sampai dua belas tahun sebelum krisisnya datang. Itu jatuh di kisaran 2005 sampai 2009. Buku keduanya, dua puluh enam tahun kemudian, menyatakan krisisnya memang dimulai 2008, dan puncaknya ada di depan, di awal 2030-an.

Jadi tanggal masuknya kena, dan tanggal keluarnya digeser ke depan, ke titik yang belum bisa diperiksa siapa pun. Cara itu bukan penipuan, dan saya kira Howe percaya betul pada hitungannya. Cuma bentuknya persis bentuk yang bikin sebuah dalil tidak bisa kalah: tiap tahun yang lewat tanpa puncaknya datang terbaca sebagai tanda puncaknya makin dekat.

Awal 2030-an tinggal beberapa tahun lagi, dan kali ini tanggalnya cukup dekat untuk benar-benar diperiksa. Itu kabar bagus buat bukunya, dan lebih bagus lagi buat pembacanya.

Baca berikutnya